Analisis Penerapan Akuntansi Sewa Guna Usaha (PSAK 30)

Studi Kasus Pada PT. BFI Finance Indonesia Tbk.

  • Farid Hardiansyah Haris Institut Bisnis dan Informatika Kesatuan
  • Rachmawaty Rachman Institut Bisnis dan Informatika Kesatuan
Keywords: akuntansi sewa, psak 30

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui sistem pembiayaan, pencatatan, dan penyajian kontrak akuntansi sewa yang diterapkan oleh perusahaan serta kesesuaiannya dengan Pernyataan Standar Akuntansi Keuangan No.30.

Hasil penelitian menunjukan bahwa kegiatan operasionalnya perusahaan menggunakan metode sewa pembiayaan (financial lease), karena dalam kontrak sewa perusahaan menyatakanadanya pengalihan secara subtansial seluruh resiko dan manfaat yang terkait dengan kepemilikan aset. Dalam kontrak tersebut perusahaan mengakui aset berupa piutang sewa pembiayaan sebesar jumlah yang sama dengan investasi sewa neto. Penerimaan piutang sewa diperlakukan sebagai pembayaran pokok yang disajikan ke dalam laporan laba rugi. Secara garis besar, akuntansi transaksi sewa perusahaan telah sesuai dengan PSAK 30 yang penjelasannya telah dituangkan dalam catatan atas laporan keuangan perusahaan.

Dengan adanya ketentuan akuntansi sewa (PSAK 73) yang telah disahkan oleh DSAK – IAI pada tahun 2017 yang berlaku efektif per 1 januari 2020, maka perusahaan perulu memperhatikan ketentuan tersebut dalam penerapan kebijakan akuntansi sewa pada periode berikutnya.

 

Kata kunci : Akuntansi Sewa, PSAK 30

Published
2021-04-30
How to Cite
Haris, F., & Rachman, R. (2021). Analisis Penerapan Akuntansi Sewa Guna Usaha (PSAK 30). Jurnal Ilmiah Akuntansi Kesatuan, 9(1), 109 - 120. https://doi.org/10.37641/jiakes.v9i1.486